Sunday, 28 August 2011

Nebulizer, Alat Bantu Efektif Bagi Anak Penderita Asma

Memerangi's serangan asma seorang anak bisa sesederhana meluncur sebuah tabung plastik ke akhir inhaler, tetapi penyedia layanan kesehatan tidak menawarkan banyak pilihan ini kepada orang tua, peneliti University of Florida mengatakan, yang menyerukan untuk perubahan.
Menggunakan inhaler albuterol meteran-dosis dengan kamar menempelkan alat pada mulut dan menghirup uapnya untuk mengobati kesulitan bernapas serta pengobatan pernapasan nebulizer harus dengan resep dokter, studi yang dilakukan di UF lebih dari 10 tahun lalu menunjukkan. Ini juga menyebabkan efek samping yang lebih sedikit pada anak-anak, studi yang dilakukan di tempat lain juga telah membuktikan.
Namun dokter dan terapis pernafasan di seluruh negeri telah lambat untuk menerapkan metode baru, bahkan di rumah sakit di mana banyak UF praktek fakultas, menurut laporan dalam American Journal of Health-System Pharmacy.
Sebuah kebijakan yang diterapkan tahun lalu di Shands di pusat UF medis, namun, peningkatan penggunaan inhaler dan penggunaan metode ruang sebesar 53 persen di unit perawatan intensif dan telah memberikan peneliti berharap bahwa lebih banyak dokter dan terapis pernafasan akan dikonversi ke teknik yang lebih baru.
"Kebanyakan dokter dan pasien salah mengerti bahwa nebulizer lebih efektif daripada inhaler," kata Leslie Hendeles, seorang profesor UF farmasi dan pediatri dan penulis utama laporan tersebut. "Tidak ada perbedaan dalam ukuran hasil kecuali pada anak-anak."
Anak-anak kecil, Hendeles mengatakan, sebenarnya tarif lebih baik dengan inhaler dan ruang memegang, juga disebut sebuah spacer, daripada yang mereka lakukan dengan pengobatan nebulizer dan menderita efek samping yang lebih sedikit, seperti detak jantung yang cepat.
Anak-anak di bawah 5 yang menggunakan inhaler dengan sebuah spacer dirujuk ke rumah sakit kurang sering dan membuat perbaikan yang lebih besar daripada mereka yang menggunakan nebulizer, mungkin karena mereka menerima pengobatan lebih ke dalam paru-paru mereka dalam jumlah waktu yang lebih singkat, sebuah studi yang dirilis di Journal negara tahun Pediatrics lalu.
Di seluruh Amerika Serikat, 9 juta anak-anak di bawah 18 menderita asma dan 4 juta diantaranya serangan tahun lalu, menurut American Academy of Allergy, Asma dan Imunologi.
Nebulizer alat yang berguna untuk mengencerkan dahak. Alat  ini nanti akan mengeluarkan uap dan anak yang sudah pakai masker khusus, menghirup dalam-dalam uap obat. Biasanya buat anak/dewasa yang asma atau dahaknya kental sekali. Kalau sinusitis juga biasanya disarankan untuk pakai alat ini. Biasa ada di dokter atau rumah sakit bagian fisiotherapy. Pengobatan dengan nebulizer ini biasanya atas rekomendasi  dari DSA. Tapi pernah juga sih, aku tidak ke DSA langsung ke sini. Alat ini juga bisa dibeli kalau pemakaiannya sering. Kemudian agar tidak bercampur dengan penderita lain, biasanya masker dan selangnya harus bawa sendiri (bisa dibeli di apotik)[Ann]
Yang jelas, pemakaian obatnya harus rekomendasi dokter. soalnya ada obat yang dipakai saat alergi “biasa” seperti batuk-batuk yang menjurus ke asma atau hanya sekedar mengencerkan dahak, ada juga obat yang hanya dipakai saat serangan asma berat misalnya bunyi mengi-nya sudah sangat kuat, dan tarikan nafasnya (dadanya terlihat makin tertarik ke dalam) alias sesak nafas. jadi obatnya sendiri juga beda-beda makanya butuh rekomendasi dokter. (fn/nm/di) www.suaramedia.com

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...