Monday, 19 March 2012

Batik yang anti dengan internet kenapa ?

Kemarin saya mengikut lomba blog banyumas tentang kebudayaan banyumas gitu yah. Jadi tuh tentang budaya-budaya sama tempat-tempat hiburan yang ada di banyumas gitu yah. Dan saya pun referensi nya juga tentang batik banyumas gitu.

Jadi waktu kemaren saya cari referensi buat lomba blog itu. Saya pun akhirnya ketemu sama salah satu pemilik pabrik batik yang ada di sokaraja ( banyumas ). Pak heru ini adalah generasi ke 3 dari mbahnya, ayahnya dan pak heru ini.

Pak heru bercerita tentang pemasaran nya, gimana biar masih ada pelanggan tetap, sampai membuat model-model baru pak Heru juga yang mengurusin semua.

Saya pun bertanya sama pak heru kenapa usaha nya tuh gak di bikin web aja si. Kan biar para pembeli lebih kenal dengan produknya terus penjualan pasti bakal naik kalo webnya terkenal. Saya sempat tercengang mendengar jawaban pak heru.

Ternyata pak heru ini punya alasan tersendiri buat pertanyaan saya ini. Menurut pak heru juga demikian pabriknya lebih banyak yang tau dan banyak yang pasti akan mengunjungi pabriknya. Tapi untuk web itu tersendiri. Bila mana pak heru memasang foto batiknya. Di kuatirkan pak heru adalah bagaimana bila kain batiknya itu bakal di jiplak dengan pabrik lain.

"Mungkin bisa di buat web yang nak epic katakan tapi mungkin produk-produk yang tidak spesial memang harus datang ke sini langsung" kata pak heru

Dapat di simpulkan untuk batik saat ini memang susah juga untuk di sebar kan lewat dunia maya karna memang faktor mungkin bisa di jiplak oleh negara lain. Jadi mungkin memang batik indonesia itu benar-benar bisa di planing sama pemerintah agar batik indonesia bisa lebih maju.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...